Minggu, 02 Juni 2013

Kiat Istiqomah Hingga Akhir Hayat

Bila mana kita menjalankan sesuatu, termasuk ibadah sehari-hari dengan istiqomah tentu akan membuat hati kita menjadi tenang. Istiqomah dalam bekerja juga akan membawa keberuntungan tersendiri bagi yang menjalankannya.


disini Saya akan berbagi 7 tips agar bisa istiqamah hingga akhir hayat yang diambil dari buku Kemuliaan Muslimah Penggenggam Bara Api, karya DR. Muhammad bin ‘Abdirrahman al-’Uraifi


1. Selalu memohon pertolongan kepada Allah
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat sering memanjatkan do’a:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“Ya Rabb Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” [HR. At-Tirmidzi (no. 3522). Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi (III/171)]

Ketika ditanyakan kepada beliau tentang hal itu, beliau pun menjawab, “Sesungguhnya tidaklah bani Adam itu melainkan hatinya berada di antara dua jari dari jari jemari Allah. Maka siapa yang Dia kehendaki akan ditetapkan (hatinya) dan siapa saja yang Dia kehendaki akan dipalingkan (hatinya).” [Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 2091)]

Hanya milik Allah-lah segala taufik dan kekuatan, maka selayaknyalah bagi kita untuk hanya meminta kepada-Nya termasuk memohon istiqamah dalam Agama Islam ini.

2. Berusaha untuk kontinyu dalam beramal
Dianjurkan memilih amalan shalih menurut kemampuan yang tidak memberatkan dirinya supaya ia dapat kontinyu dalam beramal. Jadi berusaha dengan sangat untuk melakukan amalan ini dalam keadaan apa-pun, tanpa kecuali. Karena sekali kita membuat pengecualian, membuat alasan atau mangkir dari melakukan amalan ini, maka akan makin berat dan malas untuk melakukannya di lain waktu

3. Meneladani Para Salaf dalam Beramal
Meneladani para Salaf akan mendorong jiwa untuk mengikuti jejak mereka. Generasi Salaf dahulu berbeda-beda dalam beramal, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Namun, mereka senantiasa kontinyu dalam beramal. Mereka adalah kaum yang sangat jauh dari sikap berlebih-lebihan dan memaksakan diri. Mereka istiqamah meskipun amalannya sedikit. Dan teladan mereka adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shalat malam hingga kulit kaki beliau pecah-pecah.

Cukuplah dalam hal ini kita mengambil hikmah dari firman Allah Ta’ala berikut:

“Dan (dia mengatakan), ‘wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras bagimu sekalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan pada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan perbuatan dosa’.” [QS. Huud: 52]

Perbuatan dosa yang kita lakukan akan menyebabkan noda di hati kita, dan akan melemahkan kita untuk melakukan ibadah. Oleh karena itu dianjurkan untuk banyak bertaubat dan beristighfar, agar kita diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk senantiasa bisa istiqamah dalam ibadah.

5. Target Ibadah dan Amal Shalih
Mempunyai target dalam beribadah dan beramal shalih yang realistis dan sesuai kemampuan diri akan membantu menumbuhkan motivasi dan arah yang jelas untuk terus beramal dan istiqamah.

6. Selalu Intropeksi Diri
Intropeksi diri (muhasabah) sangat diperlukan bagi jiwa agar tidak merasa jenuh dan bosan dalam beramal shalih. Intropeksi diri akan membuat jiwa bercermin dan sadar atas tujuan penciptaan manusia di dunia ini, yaitu untuk beribadah kepada Sang Khaliq.

7. Mengingat Mati
Ingat mati (dzikrul maut) terbukti mampu memompa semangat jiwa untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan istiqomah di jalan-Nya


Istiqomah yang ku Harapkan

Ku tau ada yang salah dalam hidupku sekarang. ada sesuatu yang sedang mengganggu hati dan fikiranku. entah apalah itu, saat ini ku merasa tak setentram saat dulu. keresahan dan kecemasan terus menggangguku. Aku tak mau seperti ini T_T, Aku ingin diriku yang dulu. yang selalu semangat, ceria, dan apa adanya. Tuhan, Apa yang salah dalam diriku???

kembalikan sosok yang dulu ada. bantu aku menemukan kembali diriku yang dulu. ku tau kadar iman itu tak selalu sama setiap harinya. Tapi ini bukan diriku yang ku kenali. ku rasakan iman itu jauh jatuh terperosot kedalam jurang yang begitu dalam. jurang itu begitu gelap, Aku sungguh takut. kumohon bantu aku.... bantu aku keluar dari jurang yang gelap itu agar aku kembali menemukan setitik cahaya terang yang akan merubah hidupku kembali lagi.

Ya Rabb.... Yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati ini dalam Agama-Mu, Janganlah Engkau palingkan hati ini setelah engkau beri hidayah, Istiqomahkanlah hambamu ini. Sungguh Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Aamiin

Kamis, 30 Mei 2013

Tuhan... Jadikanlah Aku Wanita Yang Paling Bahagia

Tak ada yang salah memang dengan cinta. karena cinta datang murni dari Dia yang menciptakan cinta. Tapi kenapa cinta itu datang di waktu yang tidak tepat. saat ku coba tuk mencurahkan seluruh hidupku hanya untuk-Mu.

yang ku tau cinta itu adalah permulaan Jodoh. Saat cinta itu mulai datang ku yakin Engkau telah memilihkan seorang Laki-laki yang tepat untukku. Hanya saja, ku takut Hati ini kan dikotori oleh cinta yang belum saatnya tiba.

Disaat Engkau  hadirkan dia dalam hidupku. ku tak tau apa dia jodoh yang telah Engkau pilihkan untukku. tapi yang ku tau aku mencintainya seperti langit yang memeluk bumi. tapi Biarkanlah ku lepas dirinya pergi karena ku tak ingin mendahului takdir-Mu. Biarkan rasa itu kusimpan rapi dalam relung hatiku.

Jikalau Takdir tuh telah berbicara dan dia bukanlah jodohku. kan kuterima dengan hati yang ikhlas siapapun itu. karena yang utama bukanlah menikahi orang yang kita cintai, tapi berusahalah mencintai orang yang kita nikahi. Tapi satu yang kuharap dari-Mu biarkanlah Takdir itu sejalan dengan harapanku. dan jadikanlah aku wanita yang paling bahagia didunia ini.

ku mencintainya karena-Mu

Rabu, 29 Mei 2013

Jadilah orang yang cerdas

kau tau haram dan halal..
tau Dosa dan Pahala...
tapi kau lupa pada Allah..
kau jadikan syaitan dan nafsu sebagai Tuhan..

tak ada yang salah...
karena hidup ini adalah pilihan..
terserah apa yang akan kau pilih..
tapi hanya orang cerdas yang memilih yang baik dan benar...

selalu hanya ada dua pilihan...
Maju atau Mundur, Baik atau Buruk, berputus asa atau terus melangkah, Benar atau Salah, Syurga atau Neraka..
pilihlah yang terbaik...
dan jadilah orang yang cerdas....


Rahmayanti HR
Keep istiqomah ^_^

Rasa yang Hilang (Puisiku)

berhenti dan lepaskan...
semua tak kan kembali seperti yang dulu..
ini inginmu bukan inginku...
seperti kaca yang pecah..
tak kan pernah kembali utuh seperti yang dulu..

jangan pernah salahkan takdir...
karena Allah selalu memberikan yang terbaik..
ini inginmu bukan inginku...
jalanmu telah kau pilih..
sekuat apapun caramu untuk berubah..
semua tak kan pernah kembali seperti yang dulu...
rasa itu tak kan pernah kembali seperti yang dulu..
ini inginmu bukan inginku...

Selasa, 28 Mei 2013

Kenapa Harus Ada Musibah, Bala dan Azab??

Assalamua'alaikum sahabat Fillah...

Terkadang dalam hidup ini pasti tidak akan pernah lepas dengan yang namanya Sedih, bahagia, Susah, Senang, Tangis dan Tawa. Segala suatu keadaan yang menimpa manusia dapat dikategorikan atau disebut dengan musibah, bala, dan azab... lantas terbesik dalam fikiran, untuk apa semua itu Allah berikan kepada kita??? tapi sebelum kita masuk pada topik ada baiknya kita tahu terlebih dulu apa pengertian Musibah, Bala dan Azab itu.

Pengertian Musibah, Bala dan Azab 

Musibah adalah sebuah ungkapan yang digunakan untuk menyebut kejadian tidak menyenangkan yang menimpa berkenaan dengan diri, harta dan lingkungannya yang Allah diturunkan khusus kepada para kekasih-Nya yaitu orang-orang Mukmin yang sholeh dan taat. 

Bala merupakan sebuah ungkapan yang digunakan untuk mengungkap kejadian yang lebih banyak bersifat tidak menyenangkan yang Allah swt turunkan untuk kaum Muslimin demi menguji atau meningkatkan keimanannya. Dengan demikian dua kalimat ini yaitu Musibah dan Bala memiliki arti yang berdekatan, hanya saja Bala terkadang sifatnya bisa menyenangkan sedangkan Musibah tidak. 

Azab adalah sebuah ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan kejadian tidak menyenangkan yang Allah swt timpahkan kepada mereka yang melakukan perbuatan maksiat atau orang-orang yang tidak beriman atau kufur.

Kenapa Harus Ada Musibah, bala dan Azab?
Tidak ada kesia-siaan segala sesuatu yang Allah ciptakan dan berikan kepada kita di muka bumi ini. semua pasti ada hikmah dan manfaat yang akan Allah berikan kepada kita. berikut sedikit penjelasan alasan Allah memberikan kita musibah dan Azab.

1. sebagai ungkapan rasa sayang dan Rindu Allah pada kita.
Allah pasti mencintai setiap Hamba-Nya. Tapi apakah kita sebagai Hamba sudah mencintai-Nya dengan sungguh-sungguh? karena seringnya kita lalai dalam mengingat Allah. Maka dengan memberikan kita musibah atau azab agar kita kembali kepada-Nya, agar kita kembali mengingat-Nya. karena kita tahu sendiri sebagai hamba terkadang Lupa saat kita dalam keadaan senang. sedangkan kita pun pasti akan kembali ingat pada Allah saat kita sedang di rundung masalah atapun sedang ditimpa musibah. itulah mengapa Allah memberikan musibah karena Allah rindu pada kita dan Dia tidak ingin melihat Hamba-Nya smpai lupa Pada-Nya.


DALAM sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Thabrani daripada Abu Umamah, Allah berfirman kepada malaikat-Nya bermaksud : "Pergilah kepada hambaKu. Lalu timpalah bermacam-macam ujian kepadanya kerana Aku mahu mendengar suaranya."

2. sebagai  tolak ukur Tingkat keImanan seseorang.

Allah telah berfirman: "Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?" (QS Al-Ankabut:2-3).

Melalui ayat di atas, Sayyid Qutb (1327-1386 Hijrah) menafsirkan sesungguhnya iman itu bukanlah hanya sebuah kata-kata yang diucap, malah iman adalah suatu hakikat yang mempunyai tugasnya, suatu amanah yang mempunyai beban tanggungjawabnya, suatu jihad yang memerlukan kesabaran dan suatu perjuangan yang memerlukan ketabahan. Manusia tidak cukup dengan hanya berkata: "Kami telah beriman..." Mereka tidak dibiarkan membuat dakwaan seperti itu hingga terdedah kepada ujian dan membuktikan kebenaran dakwaan mereka. Mereka juga perlu keluar daripada ujian itu dengan hati bersih sebagaimana api menguji emas untuk memisahkan unsur logam yang murah melekat padanya. Inilah makna asal kata-kata ujian dari segi bahasa. Ia mempunyai tujuannya, bayangannya dan saranannya. Begitulah juga ujian itu bertindak terhadap hati manusia.

Dalam ayat lain, Allah SWT menerangkan secara jelas bahawa hubungan manusia dengan kehidupan adalah hubungan ujian dan dugaan. Firman Allah SWT bermaksud: "Dan sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi itu sebagai perhiasan, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik amal perbuatannya." (QS Al-Kahfi:7-8). Ayat ini menjelaskan bahawa tujuan Allah SWT mendatangkan pelbagai ujian ke atas hambaNya adalah untuk menilai siapakah di antara hamba-hambaNya yang terbaik. Yang terbaik amalnya itulah adalah orang terbaik di sisi Allah. Ujian yang Allah datangkan kepada hamba-Nya tidak hanya berupa kesusahan, kesulitan dan kesakitan semata-mata. Malah, manusia perlu berwaspada kerana ujian dan dugaan akan datang kepada mereka dalam bentuk kesenangan, kemewahan dan kekayaan. Ini secara terang difirmankan olehNya bermaksud: "Dan kami akan uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cubaan dan kepada Kamilah kamu akan kembali." (QS al-Anbiya:35).

3. Sebagai pembelajaran arti kesabaran dan keikhlasan.
Ketahuilah, sabar akan sangat sulit dilakukan, apabila kita tidak mampu menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, pada hakikatnya hanyalah ujian. Harta yang kita miliki, karir yang bagus, rumah dan mobil mewah yang kita miliki, anak dan keluarga, itu semua adalah ujian dari Allah dan titipan Allah. Apakah kita bersyukur atau menjadi kufur?

sabda  Rasulullah SAW, “Sesungguhnya pahala yang besar itu, bersama dengan cobaan yang besar pula. Dan apabila Allah mencintai suatu kaum maka Allah akan menimpakan musibah kepada mereka. Barangsiapa yang ridha maka Allah akan ridha kepadanya. Dan barangsiapa yang murka, maka murka pula yang akan didapatkannya.” (HR. Tirmidzi, dihasankan al-Albani dalam as-Shahihah [146]).

4. Sebagai Penghapus dari Dosa-Dosa kita.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :  “Tiada henti-hentinya cobaan akan menimpa orang mukmin dan mukminat, baik mengenai dirinya, anaknya, atau hartanya sehingga ia kelak menghadap Allah SWT dalam keadan telah bersih dari dosa (HR. Tirmidzi).
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang mendapatkan pemberian yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim).

karena itu, jalanilah Hidup ini sesuai apa yang Allah telah tetapkan kepada kita. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak. Wallahu'alam

Rahmayanti
Refrensi: berbagai sumber